aku lagi sementara menyendiri ketika angin perlahan menerpa buku yang aku baca. Hal ini menyadarkan aku bahwa hari telah mendekati malam. Perlahan kuberanjak dari tempat duduk. Kurapikan kembali buku tua dan lusuh ke rak kayu. Aku amati buku itu...... hm... betapa berharganya engkau.
Buku tersebut merupakan buku ayah. Aku menemukannya diantara tumpukan buku tua lainnya di lemari buku ayahku. Aku tidak tahu berapa lama buku tersebut akan bertahan. Akankah anak-anakku bakal sempat membacanya? Yah, aku tidak tahu.
Tuesday, December 19, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment